Home / Bangka Selatan / Belum Satu Tahun Jembatan Fajar Indah Banyak Mengalami Keretakan

Belum Satu Tahun Jembatan Fajar Indah Banyak Mengalami Keretakan

Pangkalpinang – Tiga unit Jembatan diDesa Fajar Indah, kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan-BangkaBelitung belum berumur satu tahun dikerjakan sudah banyak mengalami retak-retak , diketahui Prusahaan pelaksana PT Karya Mulya Nugraha , sumber dana APBD Basel tahun 2018 senilai Rp 7,620,000.000 sementara HPS Rp 7.619.833.000.00.

Pekerjaanpun baru selesai pada (8 Desember 2018). terpantau oleh sejumlah  wartawan , Jembatanpun  mengalami keretakan di beberapa bagian bangunan Jembatan tersebut.Rabu ( 3/4/2019 ).

Kepala bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum PR Bangka Selatan , (Juniwar ) di dampingi (Ruli ) Pejabat Pelaksana Kegiatan ,  pada proyek pekerjaan itu membantah kalau pekerjaan itu tidak sesuai dengan spesifikasi tehnik atau RAB.

“ bahwa pekerjaan itu sudah sesuai dengan RAB dan masa pemeliharaan selama 6 bulan hingga bulan Juni 2019 mendatang” ujarnya Jumat ( 5/4/2019)

Disinggung mengenai banyak keretakan diberbagai bagian bangunan Jembatan dan dipasang elastomer atau tidak , Ruly berkilah bahwa pada saat pekerjaan pemadatan oprit atau sayap dengan mobil giling dan menyebabkan dinding nya bergoyang

“Keretakan itu terjadi pada saat pemadatan tanah oprit dengan mobil giling sehingga menyebabkan kertakan terjadi dan elastomer pun di  pasang, ujar Ruly.

Juniwar , selaku Kabid bina marga ucapkan ,  terimakasih dengan fungsi kontrol wartawan ,dikarena Jembatan itu masih dalam masa pemeliharaan  diwaktu dekat pihaknya akan mengundang pihak pelaksana ( PT Karya Mulya Nugraha – red ) untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan.

Sementara itu , Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan , Safrianto SH MH didampingi Kasi Intel Dodi Purba ,SH.MH mengaku bahwa pekerjaan itu hingga saat ini masih dalam masa pemeliharaan , dari konfirmasi Wartawan, ke tiga  Jembatan itu banyak mengalami keretakan, dan  pihaknya berjanji akan segera melakukan pengecekan dilapangan

” Sesuai dengan pendampingan TP4D,kita akan segera bersama pihak dinas Pekerjaan Umum , melakukan klarifikasi atau pengecekan langsung kelapangan atas kebenaran kondisi pekerjaan jembatan itu” kata Safrianto.Jumat (5/4/2019)

Ditegaskan Safrianto , ternyata kalau nantinya setelah melakukan klarifikasi dilapangan ditemukan pekerjaan tidak sesuai dengan spek kita minta kepada dinas PU untuk segera diperbaiki sesuai dengan kontrak,namun kalau ditemukan tidak sesuai dengan kontrak kita minta pekerjaan itu di bongkar , ujarnya.

Diketahui sebelumnya , saat Investigasi dilapangan pekerjaan tiga unit Jembatan itu mengalami keretakan yang serius, diantaranya keretakan pada, oprit atau sayap,pemasangan batu,penahan bagian belakang ( back wall) best wall dinding sayap ( wing wall ) sambungan muai (ekspansion joint ) kondisi sambungan muai sudah terbelah dan berlobang atau menganga kuat dugaan disebabkan tidak menggunakan asphalttic plug seperti yang dipersyaratkan pada pembangunan Jembatan pada umumnya

Tidak hanya itu, sisa-sisa bangunan seperti tiang -tiang kayu , belum dibersihkan , dan dapat dipastikan akan terganggunya debit air sungai ,  penyumbat pada aliran air sehingga akan berpotensi tergerusnya pondasi Jembatan yang baru selesai dibangun tersebut.(Wtn).

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *