Home / Bangka Selatan / Proyek Irigasi Milyaran Rupiah Tersebut Berpotensi Mubazir ??

Proyek Irigasi Milyaran Rupiah Tersebut Berpotensi Mubazir ??

Pangkalpinang – Dugaan awal sebagai penyebab Oprit Jembatan retak dan patah  diduga minimnya pemasangan Cerucuk Dolken pada pondasi Jembatan Irigasi.

OpritJembatan Irigasi Peningkatan Jaringan D.R.Batu Betumpang di Kabupaten Bangka Selatan sudah retak belah memanjang kebawah. Keempat Oprit jembatan itu sudah retak semua. Hal itu terpantau wartawan di irigasi Batu Betumpang, Rabu (3/4/2018).

Pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum telah menerbitkan pedoman teknis “Tata cara Pelaksanaan Pondasi Cerucut Kayu di Atas Tanah Lembek dan Tanah Gambut” No.029/T/BM1999 Lampiran No. 6 Keputusan Direktur Jendral Bina Marga No. 76/KPTS/Db/1999 Tanggal 20 Desember 1999.

Dengan pemasangan Cerucuk Dolken kedalam tanah lunak maka cerucuk Dolken tersebut akan memotong bidang longsor (sliding plane) sehingga kuat geser tanah secara keseluruhan akan meningkat.

Pemasangan cerucuk untuk Irigasi biasanya Cerucuk itu minimal berdiamter 12 cm, jarak antar cerucuk 40 cm dan panjang 4-5 m, daya dukung tanah yang semula 0,25 kg/cm² dapat meningkat sampai 0,50 kg/cm², Cerucuk itu tidak boleh dipotong menjadi dua atau tiga, Cerucuk itu harus utuh sepanjang 4-5 m. Dan tehnis pemasangan harus dipukul dengan paket Excavator sampai tenggelam didalam tanah.

Selain itu terpantau juga bahwa proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.R.Batu Betumpang ini dianggarkan setiap tahun dengan dana Miliaran Rupiah, namun realisasinya proyek itu tidak begitu ada manfaatnya kepada masyarakat sekitarnya, karena berdasarkan pantauan wartawan , Rabu (3/3), tidak ada petani yang bersawah dilokasi itu.

Jaringan Irigasi ditumbuhi semak belukar, begitu juga petak- petak sawahnya tidak terlihat, tanah dilokasi itu tidak diolah oleh petani, tetapi anehnya Satker SNVT Sumatera Bagian VIII Provinsi Bangka Belitung selalu menganggarkan untuk pembuatan Irigasi baru atau pemeliharaan saluran Irigasi tersebut dengan dana yang besar.

Yanto (36) salah seorang pemuka masyarakat Desa Panca Tunggal menyebut, proyek Irigasi itu tidak pernah digunakan masyarakat, karena airnya tidak bisa mengalir ke petak sawah, air dari saluran irigasi itu terlalu rendah dari lokasi petak sawah, jadi air nya tidak bisa naik ke petak sawah.

” air dari saluran itu tidak bisa naik ke sawah pak karena posisi airnya terlalu kebawah, jadi kami susah bersawah disitu pak, makanya kami biarkan petak-petak itu menjadi semak belukar seperti yang bapak ( wartawan) lihat sekarang”, katanya sambil menunjuk ke arah semak belukar di lokasi Irigasi tersebut, Rabu (3/4).

Sementara itu pejabat pembuat komitmen ( PPK) pada pekerjaan tersebut Rudi Susilo ST, menjelaskan akan melakukan perbaikan terhadap Oprit jembatan yang diketahui sudah retak dan patah itu, menurut Rudi pekerjaan itu masih dalam tahap perawatan. Rudi juga mengatakan, foto-foto perbaikan itu akan dikirimkan ke redaksi Deteksi Online secepatnya.

” kami akan melakukan perbaikan secepatnya, dan proyek itu masih dalam masa perawatan, nanti foto-foto perbaikan akan kami kirim kepada redaksi Deteksi Online secepatnya”, jelas Rudi melalui telepon selular, Kamis (4/4).

Untuk diketahui, proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.R.Batu Betumpang Kabupaten Bangka Selatan itu dikerjakan tahun 2018 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan pagu dana Rp.5.750.000.000.00,- oleh rekanan dari PT Sumber Alam Sejahtera beralamat Komplek Ruko Pesona Niaga Blok B Nomor.5 Batam Centre, Kepulauan Riau.(Wtn).

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *